Materi Pelajaran

1.     Pengertian Perkembangan Motorik
·         Menurut Hurlock (1998) – perkembangan motorik: perkembangan pengendalian gerak jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan massa yang ada pada waktu lahir.
·         Menurut Sugiyanto dan Sudjarwo (1992) – perkembangan: proses perubahan kapasitas fungsional atau kemampuan kerja organ-organ tubuh ke arah keadaan yang makin terorganisasi dan terspesialisasi. Perkembangan terjadi dalam bentuk perubahan kualitatif, kuantitatif atau kedua-duanya secara serempak. Perkembangan gerak “motor development”: suatu proses sejalan dengan bertambahnya usia – secara bertahap dan bersinambung gerakan individu meningkat dari sederhana, tidak terorganisasi, tidak terampil – keterampilan gerak yang kompleks dan terorganisasi dengan baik – penyesuaian keterampilan – proses penuaan.
·         Menurut Zulkifli (2001) - perkembangan motoris: gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerjasama antara otot, otak dan saraf. Ciri-ciri gerakan motoris: gerak dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu. Gerak yang dilakukan tidak sesuai untuk mengangkat benda dan gerak serta.
·         Menurut Keogh – perkembangan gerak: perubahan kompetensi atau kemampuan gerak dari mulai bayi (infancy) sampai masa dewasa (adulthoud) serta melibatkan berbagai aspek perilaku manusia, kemampuan gerak dan aspek perilaku yang ada pada manusia mempengaruhi perkembangan gerak dan perkembangan gerak sendiri mempengaruhi kemampuan dan perilaku manusia.
2. Keterampilan Motorik
Hal penting dalam mempelajari keterampilan motorik:
a.       Kesiapan
b.      kesempatan belajar
c.       kesempatan berpraktek
d.      model yang baik
e.       bimbingan
f.       motivasi
Cara umum mempelajari keterampilan motorik:
a.       belajar coba dan galat (trial and error)
b.      meniru
c.       pelatihan
d.      Kategori fungsi keterampilan motorik
e.       keterampilan bantu (self-help)
f.       keterampilan bantu sosial (social-helf)
g.      keterampilan bermain
h.      keterampilan sekolah
3.     Berbagai Pandangan Mengenai Perkembangan Motorik Anak
v  Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang komples dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan). Kuhlen dan Thomshon. 1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) system syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan (4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.
v  Usia emas dalam perkembangan motorik adalah middle childhood atau masa anak-anak, seperti yang diungkapkan Petterson (1996). During middle childhood, the body and brain undergo important growth changes, leading to better motor coordinator, greater strength and more skilfull problem-solving. Health and nutrition play an important part in these biological developments. Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami sakit seperti uasia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi lebih maskimal dari pada usia sebelumnya. The period of middle childhood, from age six to age twelve is, also remarkably free from desease. The average child suffers fewer bouts of illness than during the years before school entry, and the risk of death for a contemporary Australian or New Zealand child is lower than at any earlier or later period during the life span. (Petterson, 1996) Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. .
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan anak.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:
v  1. Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik turun tangga.
v  2. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998; Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002)
Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Gender pun memiliki pengaruh dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Sherman (1973) yang menyatakan bahwa anak perempuan pada usia middle childhood kelenturan fisiknya 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.
v  Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Motor development comes about through the unfolding of a genetic plan or maturation (Gesell, 1934 dalam Santrock, 2007). Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsung berjalan. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengan kematangan fisik anak.
Teori yang menjelaskan secara detai tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
“…….to develop motor skill, infants must perceive something in the environment that motivates them to act and use their perceptions to fine-tune their movement. Motor skills represent solutions to the infant’s goal.”
Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya. Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual anak, kemampuan motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis anak. Damon & Hart, 1982 (Petterson 1996) menyatakan bahwa kemampuan fisik berkaitan erat dengan self-image anak. Anak yang memiliki kemampuan fisik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Hal tersebut juga seiring dengan hasil penelitian yang dilakukan Ellerman, 1980 (Peterson, 1996) bahwa kemampuan motorik yang baik berhubungan erat dengan self-esteem

4.     Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Motorik Anak
  1. Kematangan Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yangmengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunansyarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakanmotorik. Pada usia ± 5 tahun syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasiberbagai kegiatan motorik. Otot-otot besar mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halusyang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusunpuzzel  , memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.
  2. Urutan Pada usia 5 tahun anak telah memiliki kemampuan motorik yang bersifat kompleks, yaitukemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan motorik dengan seimbang seperti berlari sambi lmelompat, mengendarai sepeda.
  3. Latihan Beberapa kebutuhan anak usia dini yang berkaitan dengan pengembangan motoriknya perlu dilakukan latihan dengan bimbingan guru.  Banyak latihan motorik kasar maupun motorik halus. Kebutuhan untuk bergerak dan kebutuhan untuk mengungkapkan perasaan terdapat pada tiapinsan sejak dilahirkan. Kedua kebutuhan tersebut dapat disalurkan dengan bermain, melalui prgorampelatihan gerakan bagi anak usia dini.
  4. Motivasi Motivasi yang datang dari dalam diri anak perlu didukung dengan motivasi yang datang dariluar. Misalnya, dengan memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan gerakmotorik serta menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak.Pengaruh kesempatan dan kebebasan anak untuk bergerak pada usia muda mengandungimplikasi terhadap pentingnya perkembangan keterampilan gerak anak. Kurangnya kesadaran orangdewasa termasuk guru-guru akan hal ini mengakibatkan langsung terhadap berkurangnya keuntunganyang dapat diperoleh, terutama untuk mencegah pengaruh yang menghambat tumbuh-kembang anaksecara keseluruhan.d.
  5. Pengalaman Perkembangan gerakan merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Latihan danpendidikan gerak pada anak usia dini lebih ditujukan bagi pengayaan gerak, pemberian pengalamanyang membangkitkan rasa senang dalam suasana riang gembira anak.
Peranan Perkembangan Motorik Terhadap Faktor Psikologi Sosial Anak
  1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang.Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar danmenangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
  2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulanpertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempatke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjangperkembangan rasa percaya diri.
  3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Padausia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis,menggambar, melukis, dan baris-berbaris.
  4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapatbergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan)

5.       Deskripsi Perkembangan Motorik  Anak Usia 3-5 tahun

Pada usia 5 tahun, rentang konsentrasi anak menjadi agak lama. Kemampuan mereka untuk berfikir dan memecahkan masalah juga semakin berkembang. Anak dapat memusatkan diri pada tugas-tugas dan berusaha untuk memenuhi standar mereka sendiri. Secara fisik, pada usia ini fisik anak sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan. Secara terperinci, deskripsi perkembangan fisik anak usia 3-5 tahun adalah sebagai berikut.
Tahap Perkembangan Motorik Anak Usia Tahap Perkembangan Tiga tahun
·         Berdiri di atas salah satu kaki selama 5-10 detik
·         Berdiri di atas kaki lainnya selama beberapa saat
·         Menaiki dan menuruni tangga, dengan berganti-ganti dan berpeganngan pada peganngan tangga
·         Berlari berputar-putar tanpa kendala
·         Melompat ke depan dengan dua kaki 4 kali
·         Melompat dengan salah satu kaki 5 kali
·         Melompat dengan sebelah kaki lainnya dalam satu lompatan
·         Menendang bola ke belakang dan ke depan dengan mengayunkan kaki
·         Menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada
·         Mendorong, menarik dan mengendarai mainan beroda atau sepeda roda tiga
·         Mempergunakan papan luncur tanpa bantuan
·         Membangun menara yang terdiri dari 9 atau 10 kotak
·         Menjiplak garis vertical, horizontal dan silang
·         Menjiplak lingkaran
·         Mempergunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas.
·         Memegang kertas dengan satu tangan dan memepergunakan gunting untuk memotong selembar kertas berukuran 5 inci persegi menjadi dua bagian.
Empat tahun
·         Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik
·         Berjalan maju dalam satu garis lurus dengan tumit dan ibu jari sejauh 6 kaki
·         Berjalan mundur dengan ibu jari ke tumit
·         Lomba lari
·         Melompat ke depan 10 kali
·         Melompat kebelakang sekali
·         Bersalto/ berguling ke depan
·         Menendang secara terkoordinasi ke belakang dank e depan dengan kaki terayun dan tangan mengayun kea rah berlawanan secara bersamaan.
·         Dengan dua tangan menangkap bola yang dilemparkan dari jarak 3 kaki
·         Melempar bola kecil dengan kedua tangan ke pada seseorang yang berjarak 4-6 kaki darinya
·         Membangun menara setinggi 11 kotak
·         Menggambar sesuatu yang berarti bagi anak tersebut. Dapat dikenali orang lain
·         Mempergunakan gerakan-gerakan jemari selama permainan jari
·         Menjiplak gambar kotak
·         Menulis beberapa huruf
Lima tahun
·         Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik
·         Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping
·         Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut
·         Melompat dua meter dengan salah satu kaki
·         Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola
·         Menangkap bola tennis dengan kedua tangan
·         Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan
·         Mengayun tanpa bantuan
·         Menangkap dengan mantap
·         Menulis nama depan
·         Membangun menara setinggi 12 kotak
·         Mewarnai dengan garis-garis
Diadaptasi dari CRI (1997)
Perkembangan motorik anak bisa di pantau dengan melakukan suatu tes. Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali. Tes Denver merupakan checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak, apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak.

6.               Peningkatan kemampuan psikososial dan perkembangan motorik
Anak usia 12-18 bulan :
- mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
- menyusun 2 atau 3 kotak
- dapat mengatakan 5-10 kata
- memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing
Anak usia 18-24 bulan :
- mampu naik turun tangga
- menyusun 6 kotak
- menunjuk mata dan hidungnya
- menyusun dua kata
- belajar makan sendiri
- menggambar garis di kertas atau pasir
- mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil
- menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang lebih besar
- memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka
Anak usia 2-3
tahun :
- anak belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
- membuat jembatan dengan 3 kotak
- mampu menyusun kalimat
- mempergunakan kata-kata saya
- Bertanya
- mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
- menggambar lingkaran
- bermain dengan anak lain
- menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya
Implikasi keperawatan : keamanan sangat penting. Strategi untuk mencegah risiko keselamatan harus dilakukan secara seimbang agar perkembangan anak tetap optimal.
4. Pre sekolah (3-6 tahun)
Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan fisik lebih lambat.
Anak usia 3-4 tahun:
- berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
- berjalan pada jari kaki
- belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
- menggambar garis silang
- menggambar orang (hanya kepala dan badan)
- mengenal 2 atau 3 warna
- bicara dengan baik
- bertanya bagaimana anak dilahirkan
- mendengarkan cerita-cerita
- bermain dengan anak lain
- menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
- dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.
Anak usia 4-5 tahun :
- mampu melompat dan menari
- menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan
- dapat menghitung jari-jarinya
- mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
- minat kepada kata baru dan artinya
- memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya
- membedakan besar dan kecil
- menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.
Anak usia 6 tahun:
- ketangkasan meningkat
- melompat tali
- bermain sepeda
- menguraikan objek-objek dengan gambar
- mengetahui kanan dan kiri
- memperlihatkan tempertantrum
- mungkin menentang dan tidak sopan
Implikasi keperawatan : beri kesempatan untuk bermain dan berinteraksi sosial
5. Usia sekolah (6-12 tahun)
Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial meningkat. Anak meningkatkan kemampuan komunikasi.
Anak usia 6-7 tahun :
- membaca seperti mesin
- mengulangi tiga angka mengurut ke belakang
- membaca waktu untuk seperempat jam
- anak wanita bermain dengan wanita
- anak laki-laki bermain dengan laki-laki
- cemas terhadap kegagalan
- kadang malu atau sedih
- peningkatan minat pada bidang spiritual
Anak usia 8-9 tahun:
- kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat
- menggunakan alat-alat seperti palu
- peralatan rumah tangga
- ketrampilan lebih individual
- ingin terlibat dalam segala sesuatu
- menyukai kelompok dan mode
- mencari teman secara aktif
Anak usia 10-12 tahun:
- pertambahan tinggi badan lambat
- pertambahan berat badan cepat
- perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas mungkin tampak
- mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur pakaian sendiri
- memasak, menggergaji, mengecat
- menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu
- membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu
- teman sebaya dan orang tua penting
- mulai tertarik dengan lawan jenis
- sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan
Implikasi keperawatan : memberikan waktu dan energi agar anak dapat mengejar hoby dan aktivitas sekolah. Mengakui dan mendukung prestasi anak.

6. Remaja (12-18/20 tahun)
- Konsep diri berubah sesuai dengan perkembangan biologi
- Mencoba nilai-nilai yang berlaku
- Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan
- Stres meningkat terutama saat terjadi konflik
- Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih gemuk
- Berbicara lama di telepon, suasana hati berubah-ubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat
- menyesuaikan diri dengan standar kelompok
- anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak wanita suka bicara tentang pakaian, make-up
- hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah, mulai melepaskan diri dari orang tua
- Takut ditolak oleh teman sebaya
- Pada akhir masa remaja : mencapai maturitas fisik, mengejar karir, identitas seksual terbentuk, lebih nyaman dengan diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu penting, emosi lebih terkontrol, membentuk hubungan yang menetap.
Implikasi keperawatan: bantu remaja untuk mengembangkan kemampuan koping atau strategi mengatasi konflik.
7. Dewasa muda (20-40 tahun)
- Gaya hidup personal berkembang.
- Membina hubungan dengan orang lain
- Ada komitmen dan kompetensi
- Membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua
- Individu berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat
- pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat.
Implikasi keperawatan : menerima gaya hidup yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka, dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.
8. Dewasa menengah (40-65 tahun)
- Gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah
- anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah
- dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain
- waktu untuk bersama lebih banyak
- Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).
Implikasi keperawatan: bantu individu membuat perencanaan sebagai antisipasi terhadap perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan pada kelemahan.
9. Dewasa tua
- Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pensiun (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik.
Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menjaga aktivitas fisik dan sosialnya, mempertahankan interaksi dengan kelompok sebayanya.
- Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain.
Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menghadapi kehilangan (pendengaran, penglihatan, kematian orang tercinta).
- Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik.
Implikasi keperawatan : bantu individu dalam perawatan diri dan mempertahankan kemampuan mandirinya jika memungkinkan


7.       STIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK DAN KECERDASAN ANAK
             Perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap mahkluk. Perkembangan anak meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif dan psikososial. Perkembangan fisik berkaitan dengan perkembangan gerakan motorik, yakni perkembangan gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara saraf, otak, otot, tulang dan lainnya.
Stimulasi adalah adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan bayi dan anak-anak. Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang kurang kasih sayang dan kurang stimulasi akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya serta kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain. Stimulasi yang diberikan pada anak selama tiga tahun pertama (golden age) akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi perkembangan otaknya dan menjadi dasar  pembentuk kehidupan yang akan datang. Semakin dini stimulasi yang diberikan, maka perkembangan anak akan semakin baik. Semakin banyak stimulasi yang diberikan maka pengetahuan anak akan menjadi luas sehingga perkembangan anak semakin optimal. Disebutkan juga bahwa jaringan otak anak yang banyak mendapat stimulasi akan berkembang mencapai 80% pada usia 3 tahun. Sebaliknya, jika anak tidak pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan mengecil sehingga fungsi otak akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat.
Berbagai kegiatan yang dilakukan sehari-hari dalam mengurus dan merawat anak dapat menjadi sarana untuk memberikan beraneka jenis stimulasi untuk memicu perkembangan otaknya. Stimulasi yang diberikan  akan diterima oleh panca indera dan selanjutnya akan disampaikan ke otak. Bagi otak maupun panca indera anak yang belum mencapai tingkat perkembangan yang optimal, stimulasi tersebut merupakan pelajaran baru.  Hal ini akan memicu otak belajar, menganalisa, memahami dan memberikan respon yang tepat terhadap stimulasi tersebut. Kegiatan stimulasi meliputi berbagai kegiatan untuk merangsang perkembangan anak seperti melatih gerakan, bicara, berpikir, mandiri serta bergaul. Stimulasi dapat dilakukan oleh orang tua atau keluarga lainnya.  Tujuan stimulasi yaitu membantu anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal atau sesuai dengan yang diharapkan.
Tabel 2. Contoh Stimulasi Perkembangan Anak Berdasarkan Tahapan Usia


I
Bayi 0-1 bulan

1. Ketika bayi rewel dipeluk dengan kasih saying

2. Meletakan benda yang bergerak-gerak di atas bayi

3. Melatih menelungkupkan bayi

4. Mengajak bayi tersenyum
II
Bayi  1-4 bulan

1. Bayi dipeluk, dicium, dinyanyikan lagu dan dibuainya

2. Bayi diajak bicara, menirukan gerak dan mimik bayi, diperdengarkan suara lainnya

3. Melatih bayi membalik badan (ditelungkupkan)

4. Melatih bayi mengenggam
III
Bayi 4-6 bulan

1. Melatih bayi didudukan

2. Melatih bayi menggunakan kedua tangan memegang benda

3. Melatih bayi menirukan bunyi agar ditirukan

4. Melatih bayi menirukan bunyi (main ci-luk-ba, da-da)
IV.
Bayi 6-9 bulan

1. Melatih mengangkat bayi untuk berdiri

2. Melatih bayi memasukan/mengeluarkan benda dari suatu wadah

3. Memperlihatkan gambar dan menyebutkan namanya

4. Mengajak bayi dengan cara/bentuk permainan bersama-sama
V.
Bayi 9-12 bulan

1. Melatih bayi berjalan berdiri

2. Melatih bayi menggelindingkan bola

3. Melatih bayi corat-coret menggambar

4. Mengajak bayi makan bersama keluarga
VI
Bayi 12-18 bulan

1. Malatih anak naik turun tangga (rumah)

2. Bermain melempar dan menangkap bola

3. Melatih menunjuk dan menyebut bagian tubuh

4. Memberi kesempatan anak  melepas baju
VII
Bayi 18-24 bulan
  
1. Melatih keseimbangan anak berdiri dengan satu kaki bergantian

2. Melatih anak menggambar bulatan, segitiga

3. Melatih anak mau menceritakan apa yang dilihatnya

4. Melatih anak tentang kebersihan diri (buang air kecil/besar pada tempatnya)

5. Mengajak anak bermain bola dan melompatnya

6. Mengajak untuk ikut bernyanyi
VIII
Bayi 2-3 tahun

1, Melatih anak berdiri dengan satu kaki

2. Melatih anak menyusun balok

3. Melatih anak mengenal bentuk benda dan warnanya

4. Melatih anak tentang kebersihan diri seperti mencuci kaki, buang air kecil/besar di toilet

5. Melatih anak dibaju sendiri

6. Sering mengajak anak keluar (tempat bermain, toko, kebun binatang, dll)
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa tahapan perkembangan anak berbeda-beda pada setiap tahapan umur sehingga  jenis stimulasi yang diberikan juga berbeda-beda.  Sebenarnya stimulasi pada anak sudah dapat dilakukan sejak bayi lahir bahkan sejak dalam kandungan.  Menyusui ASI merupakan salah satu jenis stimulasi yang bisa diberikan pada bayi yang dapat merangsang indera pengecap bayi.  Jenis stimulasi lain yang dapat merangsang indera pengecap bayi adalah pemberian makanan tambahan yang mulai diberikan pada usia 6 bulan. Pada tabel dibawah ini disajikan contoh-contoh stimulasi yang harus dilakukan sesuai dengan tahapan umurnya.
    Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan anak-anak. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari akan memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru oleh anak.

8. Stimulasi Kecerdasan Multiple (Multiple Inteligence)
Kecerdasan multipel (multiple inteligensia) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, diskusi, tulisan), logical–mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan). 
Tabel 2. Contoh Stimulasi Kecerdasan Multiple


I
Verbal-linguistic (kecerdasan berbahasa verbal)

1. Diajak bercakap-cakap

2. Dibacakan buku cerita berulang-ulang

3. Menyanyi lagu anak-anak

4. Dirangsang untuk berbicara dan bercerita
II
Logical–mathematical (kecerdasan logika-matematik)

1. Menyusun balok

2. Merangkai

3. Menghitung mainan

4. Main Puzzle

5. Permainan komputer
III
Visual spatial (kecerdasan visual)

1. Mengamati gambar, foto

2. Belajar melipat dan menggambar

3. Bermain rumah-rumahan

4. Diajak permainan komputer
IV.
Bodily-kinesthetic (kecerdasan gerak tubuh)

1. Belajar berdiri satu kaki

2. Melatih jongkok, membungkuk

3. Belajar melompat, berlari, melempar, menangkap, menari

4. Mengajak anak pada olah raga permainan
V.
Musical (kecerdasan musikal)

1. Mengajak anak mendengarkan musik

2. Mengajak anak bernyanyi

3. Memainkan alat musik

4. Melatih anak mengikuti nada dan irama
VI
Interpersonal (kecerdasan emosi inter-personal)

1. Mengajak anak bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan muda

2. Melatih anak untuk meminjamkan mainan

3. Mengajak anak untuk  bekerja sama membuat sesuatu
VII
Intrapersonal (kecerdasan emosi intra-personal)

1. Mengajak anak untuk menceritakan perasaannya

2. Melatih anak untuk belajar mengungkapkan keinginan

3. Mengajak ngobrol anak mengenai cita-cita
VIII
Naturalist (kecerdasan Naturalis)

1. Mengajak anak untuk memelihara tanaman di pot

2. Memelihara binatang

3. Wisata ke hutan, pantai, sungai dan gunung

4. Mengamati bulan, langit dan bintang
Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan di stimulasi terus menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.
9.      Pengembngan Keterampilan anak kecil
Anak kecil merupakan  massa yang ideal untuk mempelajari keterampilan motorik tertentu. Masa ideal belajar keterampilan secara umum berkisar antara usia 3 sampai dengan usia 13 tahun, terdapat beberapa alasan sebagai berikut:
a.    Anak sedaang masanya suka mengulang-ulang dan karenanya dengan senang hati mau mengulang aktivitas sampai mereka terampil melakukannya.
b.    Anak-anak bersifat pemberani sehingga tidak terhambat oleh rasa takut kalau dirinya mengalami sakit atau diejek teman-temannya sebagaimana ditakuti anak yang lebih besar.
c.    Anak mudah dan cepat belajar karena tubuh mereka masih sangat lentur dan keterampilan yang dimiliki baru sedikit sehingga keterampilan yang baru dikuasai tidak mengganggu keterampilan yang sudah ada.
d.   Mempunyai kecendrungan besar untuk mengetahui sesuatu yang baru.
e.    Belum mempunyai banyak tugas dan tanggung jawab.
Periode anak kecil dapat dianggap sebagai “masa belajar keterampilan”. Apabila anak-anak tidak diberi kesempatan mempelajari keterampilan tertentu, mereka akan kurang memiliki dasar keterampilan yang telah dipelajari oleh teman-temannya. Dan akan kurang memiliki motivasi untuk mempelajari berbagai keterampilan ketika diberi kesempatan.
Keterampilan yang dipelajari anak kecil, tergantung pada kesiapan kematangan, terutama kesempatan yang diberikan untuk mempelajari dan bimbingan yang diperoleh dalam menguasai keterampilan secara cepat dan efisien. Terdapat perbedaan jenis kelamin dalam jenis keterampilan yang dipelajari anak-anak. Pada masa anak kecil, anak laki-laki harus mempelajari keterampilan bermain yang secara berdaya sesuai dengan kelompok anak laki-laki dan dilarang menguasai keterampilan yang dianggap lebih sesuai untuk anak perempuan. Misalnya, mereka didorong untuk belajar bermain bola, sebagaimana anak perempuan didorong untuk mempelajari keterampilan yang berhubungan dengan perawatan rumah tangga. Meskipun terdapat sejumlah perbedaan, setiap anak-anak umumnya belajar keterampilan umum tertentu, walaupun saat mempelajarinya juga berbeda.
Keterampilan umum ini dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu:
a)         Keterampilan tangan
Keterampilan dalam makan dan berpakaian sendiri yang dimulai pada masa bayi disempurnakan dalam masa anak kecil. Kemajuan terbesar dalam keterampilan berpakaian umumnya antara usia 1,5 dan 3,5 tahun. Menyisir rambut dan mandi merupakan keterampilan yang mudah dilakukan dalam periode ini. Pada saat anak-anak mencapai usia taman kanak-kanak, mereka sudah harus bisa mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan  atau tanpa bantuan sama sekali. Antara usia 5 dan 6 tahun sebagian besar anak-anak sudah pandai melempar dan menangkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat, membuat kue-kue dan menjahit.
b)        Keterampilan kaki
Sekali anak dapat berjalan, ia mengalihkan perhatian untuk mempelajari gerakan-gerakan yang menggunakan kaki. Pada usia 5 atau 6 tahun anak belajar melompat dan berlari cepat. Mereka juga sudah dapat memanjat. Antara usia 3 dan 4 tahun, naik sepeda roda tiga dan berenang dapat dipelajari. Keterampilan kaki lain yang dikuasai anak-anak adalah lompat tali, keseimbangan tubuh dalam berjalan diatas dinding atau pagar, sepatu roda, bermain sepatu es dan menari
Masa anak kecil dapat dianggap sebagai periode kritis dalam menentukan pilihan penggunaan tangan. Hal ini disebabkan karena selama periode ini, anak-anak sampai tingkat tertentu meninggalkan kecenderungan untuk menggantikan penggunaan tangan yang satu dengan menggunakan tangan yang lain dan mulai memusatkan pada keterampilan satu tangan tertentu dan tangan yang lain sebagai tangan pembantu. Ada bukti bahwa kecenderungan lebih disukainya penggunaan tangan yang satu dari pada yang lainnya belum sepenuhnya terbentuk sampai antara usia 3 dan 6 tahun. Hal ini tidak berarti bahwa anak-anak tidak dapat mengubah dominasi tangan kalau dikehendaki. Misalnya kalau anak kelas 1 ternyata mengalami kesulitan dalam menggunakan tangan kirinya ketika ia berusaha meniru gurunya yang menulis dengan tangan kanan di papan tulis, maka ia dapat berganti dengan menggunakan tangan kanan sebagai tangan yang dominan kalau motivasinya cukup kuat. Namun, dari tahun ke tahun kebiasaan menggunakan tangan yang satu menjadi semakin kuat, sehingga mengubah kebiasaan penggunaan tangan semakin sulit.
10.  Pengembangan Keterampilan anak besar
Pada permulaan anak besar, anak-anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari salama tahun-tahun prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak besar tergantung pada
a)        Lingkungan
b)        Kesempatan untuk bekerja
c)        Bentuk tubuh
d)       Apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya.
Perbedaan seks yang menonjol, misalnya tidak hanya terdapat dalam keterampilan bermain tetapi juga dalam tingkat kesempurnaan menampilkan permainan tersebut. Pada umumnya anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam berbagai keterampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih halus, seperti melukis, menjahit, menganyam, dan memukul palu, sedangkan anak laki-laki pandai dalam berbagai keterampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih kasar, seperti melempar bola basket, menendang bola sepak dalam jarak jauh dan melakukan lompat jauh.
a.         Kategori keterampilan anak besar
Keterampilan anak besar dapat dibagi kedalam empat kategori, yaitu
1)        Keterampilan menolong diri sendiri
Anak besar harus dapat makan, mandi, dan berdandan sendiri hampir secepat dan semahir orang dewasa, dan keterampilan yang dilakukan  anak besar tidak memerlukan perhatian sadar dari orang dewasa. Untuk anak kecil perhatian sadar merupakan hal yang penting.
2)        Keterampilan menolong orang lain
Keterampilan menurut kategori ini bertalian dengan menolong orang lain. Dirumah mencakup membersihkan tempat tidur, membersihkan debu dan menyapu, disekolah mencakup menggosongkan tempat sampah dan membersihkan papan tulis, dan didalam kelompok bermain mencakup menolong membuat rumah-rumahan atau merencanakan lapangan basket.
3)      Keterampilan sekolah
Di sekolah anak mengembangkan berbagai keterampilan yang diperlukan untuk menulis, menggambar, melukis, membentuk tanah liat, menari, mewarnai dengan krayon, menjahit, memasak, dan pekerjaan tangan dengan menggunakan kayu.
4)      Keterampilan bermain
Anak besar belajar berbagai keterampilan seperti melempar dan menangkap bola, naik sepeda, sepeda roda dan berenang.
Keterampilan bermain lebih penting bagi anak pada periode anak besar dibandingkan dengan pada saat menjelang puber. Pada saat ini minat dalam aktivitas bermain berkurang dan digantikan oleh minat dalam hiburan. Semua keterampilan anak besar mempengaruhi sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun keterampilan menolong orang lain yang dipelajari dirumah seperti menyapu dan mencucui piring tidak secara langsung membantu anak untuk mengadakan penyesesuaian diri yang baik dengan teman-teman  dan lingkungan tetangga, namun secara tidak langsung dapat membantu dengan mengerjakan kepada anak untuk bersikap kooperatif, suatu sikap yang sangat berguna agar dapat diterima oleh kelompok teman-teman.
b.        Pilihan penggunaan tangan
Pada saat mencapai anak besar, kebanyakan anak memakai tangan kidal atau tangan kanan yang lebih dominan, sehingga mengubah pilihan penggunaan tangan tidak mudah dilakukan. Banyak anak kidal menjadi ambidextrous, atau cakap menggunakan ke dua belah tangan pada anak besar, meskipun ada kecendrungan untuk lebih menyukai tangan kiri. Dalam mempelajari keterampilan baru, baik keterampilan bermain dan sekolah, serigkali anak menemukan bahwa lebih mudah baginya untuk mengikuti contoh bertangan kanan dari pada mencoba menyesesuaikan contoh bertangan kanan kepada penggunaan tangan kiri.
Dengan demikian, beberapa keterampilan dilakukan dengan tangan kanan, sedangkan keterampilan yang lain dilakukan dengan tangan kiri. Karena banyak kesulitan yang dihadapi dalam mengubah pilihan penggunaan tangan, maka sekali keterampilan sudah dikuasai, sangat sedikit anak-anak kidal yang mau menguibah penggunaan tangan kanan pada anak kecil. Timbulnya kesulitan dan gangguan emosional dalam mengubah penggunaan tangan pada usia ini, guru sekolah dasar tidak memaksa anak mengubah keterampilan tangan kanan. Guru mendorong anak kidal untuk mempelajari keterampilan baru dengan menggunakan tangan kanan dan hanya kalau anak menunjukkan keinginan yang kuat untuk mengubah penggunaan tangan kiri menjadi tangan kanan barulah guru menolong atau mendorong untuk melakukannya.
c.         Koordinasi gerak dan penguasaan gerak dasar
Koordinasi gerak adalah kemampuan untuk mengatur keserasian gerak bagian-bagian tubuh. Kemampuan ini berhubungan dengan kemampuan kontrol tubuh. Individu yang koordinasi geraknya baik akan mampu mengendalikan gerak tubuhnya  sesuai dengan kemauannya. Kemampuan koordinasi gerak dinilai berdasarkan kemampuan melakukan gerakan-gerakan keterampilan. Pada masa anak besar kemampuan ini berkembang dengan baik. Pertumbuhan fisik yang relatif lambat dibandingkan masa anak kecil atau bayi, menguntungkan dalam hal peningkatan koordinasi. Masa anak besar merupakan masa penyempurnaan keterampilan  melakukan gerakan-gerakan dasar.
Gerakan-gerakan dasar yang sudah mulai dapat dilakukan pada masa anak kecil makin dapat dilakukan dengan baik dan semakin bervariasi pola gerakannya. Sampai usia kurang 11 tahun keterampilan anak laki-laki dengan anak perempuan relatif belum besar perbedaannya, namun ada kecenderungan bahwa anak laki-laki lebih  dalam keterampilan yang memerlukan kekuatan atau melibatkan otot-otot besar, sedangkan anak perempuan lebih baik dalam keterampilan yang merlukan kecermatan atau melibatkan otot-otot halus. Penguasaan gerak dasar terjadi sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik. Dengan pertumbuhan fisik yang semakin tinggi dan semakin besar atau semakin berotot.

Peningkatan penguasaan gerak dasar dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1)        Mekanika tubuh dalam melakukan gerakan semakin baik
2)        Kontrol dan kelancaran gerak makin baik
3)        Pola atau bentuk gerakan makin bervariasi
4)        Gerakan makin bertenaga
Macam-macam pola gerak yang dapat dilakukan atau dikuasai pada masa anak besar, apabila memperoleh kesempatan yang cukup untuk mempraktekannya adalah berjalan, berlari, mendaki atau memanjat, meloncat, berjengket, mencongklang, menangkap, memukul, memantul-memantul bola, dan berenang. Pada masa anak besar, gerakan-gerakan tersebut umumnya sudah mampu dilakukan dengan bentuk gerakan menyerupai gerakan orang dewasa. Perbedaannya hanya terletak pada pelaksanaan gerakan yang kurang bertenaga.

11.  Keterampilan remaja
Keterampilan gerak berkembang sejalan dengan pertumbuhan ukuran tubuh, kemampuan fisik, dan perubahan fisiologis. Pada anak laki-laki cenderung mengalami peningkatan keterampilan gerak yang lebih besar dibandingkan dengan anak perempuan , karena dalam beberapa hal laki-laki kondisinya lebih menguntungkan. Laki-laki terus meningkat dalam kemampuan gerak yang memerlukan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Kemampuan gerak secara umum pada perempuan tidak mengalami peningkatan lagi sesudah mensturasi. Koordinasi gerak yang penting untuk perkembangan kemampuan gerak pada laki-laki cenderung terus meningkat sdangkan perempuan tidak berkembang lagi setelah usia 14 tahun. Kecenderungan pertumbuhan fisik kearah tipe tubuh tertentu juga mengakibatkan makin bervariasinya kemampuan gerak pada setiap individu. Setiap tipe tubuh memiliki kecenderungan tertentu dalam kemungkinannya menguasai macam-macam gerakan yang berbeda-beda. Masa remaja merupakan masa yang tepat untuk meningkatkan ukuran tubuh, kemampuan fisik dan penyempurnaan keterampilan gerak.


12.  Pengembangan Keterampilan remaja dan dewasa
1.      Keterampilan anak remaja
Keterampilan gerak berkembang sejalan dengan pertumbuhan ukuran tubuh, kemampuan fisik, dan perubahan fisiologis. Pada anak laki-laki cenderung mengalami peningkatan keterampilan gerak yang lebih besar dibandingkan dengan anak perempuan , karena dalam beberapa hal laki-laki kondisinya lebih menguntungkan. Laki-laki terus meningkat dalam kemampuan gerak yang memerlukan kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan. Kemampuan gerak secara umum pada perempuan tidak mengalami peningkatan lagi sesudah mensturasi. Koordinasi gerak yang penting untuk perkembangan kemampuan gerak pada laki-laki cenderung terus meningkat sdangkan perempuan tidak berkembang lagi setelah usia 14 tahun. Kecenderungan pertumbuhan fisik kearah tipe tubuh tertentu juga mengakibatkan makin bervariasinya kemampuan gerak pada setiap individu. Setiap tipe tubuh memiliki kecenderungan tertentu dalam kemungkinannya menguasai macam-macam gerakan yang berbeda-beda. Masa remaja merupakan masa yang tepat untuk meningkatkan ukuran tubuh, kemampuan fisik dan penyempurnaan keterampilan gerak.
2.      Keterampilan dewasa
Pada usia dewasa keterampilan dalam hal tertentu masih dapat ditingkatkan namun keterampilan yang sudah dimilki tetap diperlukan untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari. Prestasi puncak kebanyakan cabang olahraga bisa dicapai pada usia dewasa muda, namun prestasi puncak maksimal hanya dapat dicapai apabila latihan teratur sudah mulai dilakukan sejak usia anak-anak, dimana keterampilan gerak dasar sudah mulai terbentuk. Latihan yang terprogram tersebut harus dilakukan secara cermat sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan.
Keterampilan gerak maksimal yang dicapai oleh setiap individu masih dapat dipertahankan untuk beberapa waktu. Lamanya dapat mempertahankan keterampilan maksimal, berbeda-beda untuk tiap individu. Faktor latihan yang teratur merupakan faktor yang sangat berpengaruh. Melalui latihan yang teratur dan terprogram keterampilan maksimal yang telah dimiliki dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan yang tidak atau kurang latihan.
13.               Tahapan Perkembangan Motorik Anak
Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf dan otot anak. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan system dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Dan patut diingat, perkembangan setiap anak tidak bisa ama, tergantung proses kematangan masing-masing anak.
Berikut tahapan-tahapan perkembangannya:
Usia 1-2 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• merangkak
• berdiri dan berjalan beberapa langkah
• berjalan cepat
• cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
• merangkak di tangga
• berdiri di kursi tanpa pegangan
• menarik dan mendorong benda-benda berat
• melempar bola
• mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk
• membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan
• menyusun menara dari balok
• memindahkan air dari gelas ke gelas lain
• belajar memakai kaus kaki sendiri
• menyalakan TV dan bermain remote
• belajar mengupas pisang
Usia 2-3 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• melompat-lompat
• berjalan mundur dan jinjit
• menendang bola
• memanjat meja atau tempat tidur
• naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir
• berdiri dengan 1 kaki
• mencoret-coret dengan 1 tangan
• menggambar garis tak beraturan
• memegang pensil
• belajar menggunting
• mengancingkan baju
• memakai baju sendiri
Usia 3-4 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• melompat dengan 1 kaki
• berjalan menyusuri papan
• menangkap bola besar
• mengendarai sepeda
• berdiri dengan 1 kaki
• menggambar manusia
• mencuci tangan sendiri
• membentuk benda dari plastisin
• membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi
Usia 4-5 tahun
Motorik Kasar
Motorik Halus
• menuruni tangga dengan cepat
• seimbang saat berjalan mundur
• melompati rintangan
• melempar dan menangkap bola
• melambungkan bola
• menggunting dengan cukup baik
• melipat amplop
• membawa gelas tanpa menumpahkan isinya
• memasikkan benang ke lubang besar
 14 . Prinsip-Prinsip Perkembangan Motorik
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik sebagian kondisi yang mempengaruhi laju perkembangan motorik:
a.         Sifat dasar genetik, termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan
b.         Semakin aktif janin semakin cepat perkembangan motorik anak
c.         Kondisi pralahir yang menyenangkan terutama gizi mendorong perkembangan motorik yang lebih cepat pada masa pascalahir.
d.        Kelahiran yang sukar apabila ada kerusakan otak akan memperlambat perkembangan motorik
e.         Kesehatan dan gizi yang baik pada awal kehidupan akan mempercepat perkembangan motorik
f.          Anak yang IQ tinggi perkembangannya lebih cepat dibanding IQ normal atau di bawah normal
g.         Adanya rangsangan, dorongan dan kesempatan untuk menggerakkan semua bagian tubuh akan mempercepat perkembangan motorik
h.         Perlindungan yang berlebihan akan melumpuhkan kesiapan berkembangnya kemampuan motorik
i.           Rangsangan dan dorongan dari orang tua, kecenderungan anak yang lahir pertama lebih baik daripada anak yang lahir kemudian
j.           Kelahiran sebelum waktunya biasanya memperlambat perkembangan motorik
k.         Cacat fisik akan memperlambat perkembangan motorik
l.           Perbedaan jenis kelamin, warna kulit dan sosial ekonomi
2. Prinsip Perkembangan Motorik                                            
a.         Perkembangan motorik bergantung pada kematangan otot dan syaraf.
b.         Belajar keterampilan motorik tidak terjadi sebelum anak matang.
c.         Perkembangan motorik mengikuti pola yang diramalkan.
d.        Dimungkinkan menentukan norma perkembangan motorik.
Perbedaan individu dalam laju perkembangan motorik
15.    Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Motorik Anak
  1. Kematangan Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yangmengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunansyarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakanmotorik. Pada usia ± 5 tahun syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasiberbagai kegiatan motorik. Otot-otot besar mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halusyang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusunpuzzel  , memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.
  2. Urutan Pada usia 5 tahun anak telah memiliki kemampuan motorik yang bersifat kompleks, yaitukemampuan untuk mengkoordinasikan gerakan motorik dengan seimbang seperti berlari sambi lmelompat, mengendarai sepeda.
  3. Latihan Beberapa kebutuhan anak usia dini yang berkaitan dengan pengembangan motoriknya perlu dilakukan latihan dengan bimbingan guru.  Banyak latihan motorik kasar maupun motorik halus. Kebutuhan untuk bergerak dan kebutuhan untuk mengungkapkan perasaan terdapat pada tiapinsan sejak dilahirkan. Kedua kebutuhan tersebut dapat disalurkan dengan bermain, melalui prgorampelatihan gerakan bagi anak usia dini.
  4. Motivasi Motivasi yang datang dari dalam diri anak perlu didukung dengan motivasi yang datang dariluar. Misalnya, dengan memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan berbagai kegiatan gerakmotorik serta menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan anak.Pengaruh kesempatan dan kebebasan anak untuk bergerak pada usia muda mengandungimplikasi terhadap pentingnya perkembangan keterampilan gerak anak. Kurangnya kesadaran orangdewasa termasuk guru-guru akan hal ini mengakibatkan langsung terhadap berkurangnya keuntunganyang dapat diperoleh, terutama untuk mencegah pengaruh yang menghambat tumbuh-kembang anaksecara keseluruhan.d.
  5. Pengalaman Perkembangan gerakan merupakan dasar bagi perkembangan berikutnya. Latihan danpendidikan gerak pada anak usia dini lebih ditujukan bagi pengayaan gerak, pemberian pengalamanyang membangkitkan rasa senang dalam suasana riang gembira anak.
Peranan Perkembangan Motorik Terhadap Faktor Psikologi Sosial Anak
  1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang.Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar danmenangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
  2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya pada bulan-bulanpertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempatke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjangperkembangan rasa percaya diri.
  3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Padausia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis,menggambar, melukis, dan baris-berbaris.
  4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapatbergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan)
16.   Berbagai Pandangan Mengenai Perkembangan Motorik Anak
Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang komples dan sangat mengagumkan. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan). Kuhlen dan Thomshon. 1956 (Yusuf, 2002) mengemukakan bahwa perkembangan fisik individu meliputi empat aspek, yaitu (1) system syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi; (2) otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik; (3) kelenjar endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku baru, seperti pada remaja berkembang perasaan senang untuk aktif dalam suatu kegiatan yang sebagian anggotanya terdiri atas lawan jenis; dan (4) struktur fisik/tubuh yang meliputi tinggi, berat dan proposi.
Usia emas dalam perkembangan motorik adalah middle childhood atau masa anak-anak, seperti yang diungkapkan Petterson (1996). During middle childhood, the body and brain undergo important growth changes, leading to better motor coordinator, greater strength and more skilfull problem-solving. Health and nutrition play an important part in these biological developments. Pada usia ini, kesehatan fisik anak mulai stabil. Anak tidak mengalami sakit seperti uasia sebelumnya. Hal ini menyebabkan perkembangan fisik jadi lebih maskimal dari pada usia sebelumnya. The period of middle childhood, from age six to age twelve is, also remarkably free from desease. The average child suffers fewer bouts of illness than during the years before school entry, and the risk of death for a contemporary Australian or New Zealand child is lower than at any earlier or later period during the life span. (Petterson, 1996) Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal. .
Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ otak. Otak lah yang mensetir setiap gerakan yang dilakukan anak.Semakin matangnya perkembangan system syaraf otak yang mengatur otot m,emungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi dua:
1. Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik turun tangga.
2. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998; Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002)
Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit, ada juga yang tidak seperti orang yang memiliki keterbatasan fisik. Gender pun memiliki pengaruh dalam hal ini, sesuai dengan pendapat Sherman (1973) yang menyatakan bahwa anak perempuan pada usia middle childhood kelenturan fisiknya 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.
Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak, Motor development comes about through the unfolding of a genetic plan or maturation (Gesell, 1934 dalam Santrock, 2007). Anak usia 5 bulan tentu saja tidak akan bisa langsung berjalan. Dengan kata lain, ada tahapan-tahapan umum tertentu yang berproses sesuai dengan kematangan fisik anak.
Teori yang menjelaskan secara detai tentang sistematika motorik anak adalah Dynamic System Theory yang dikembangkan Thelen & whiteneyerr. Teori tersebut mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya.
“…….to develop motor skill, infants must perceive something in the environment that motivates them to act and use their perceptions to fine-tune their movement. Motor skills represent solutions to the infant’s goal.”
Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak factor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya. Selain berkaitan erat dengan fisik dan intelektual anak, kemampuan motorik pun berhubungan dengan aspek psikologis anak. Damon & Hart, 1982 (Petterson 1996) menyatakan bahwa kemampuan fisik berkaitan erat dengan self-image anak. Anak yang memiliki kemampuan fisik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Hal tersebut juga seiring dengan hasil penelitian yang dilakukan Ellerman, 1980 (Peterson, 1996) bahwa kemampuan motorik yang baik berhubungan erat dengan self-esteem





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar